Social Icons

Rabu, 28 Mei 2014

Tamansari Yogyakarta

TAMANSARI




Deskripsi: Kompleks Tamansari merupakan salah satu suatu objek wisata bersejarah di Yogyakarta, nama Tamansari sendiri diartikan sebagai sebuah taman yang sangat indah dan mempesona. Tamansari merupakan istana air yang pada masanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, pesanggrahan dan benteng pertahanan bagi Sultan Istri Sulatan dan segenap keluarga Keraton Yogyakarta.
Tamansari terletak disebelah barat kawasan kraton masih dalam ruang lingkup benteng istana. Bangunan bersejarah ini mulai dibangun tahun pertengahan abad XVIII M pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I. Tempat yang juga dikenal dengan Water Castle ini saat ini masih banyak menyisakan kebesarannya. Konon secara simbolik taman sari dapat diartikan sebagai alat penghubung yang secara tidak langsung menghubungkan lahir dan batin antara sultan dan rakyatnya.

Lokasi: Sebelah barat daya Keraton Yogyakarta atau sebelah selatan Pasar Ngesem. Tamansari terletak di Kampung Taman, Kecamatan Keraton Kota Yogyakarta.

Akses: Dari Alun-alun Keraton Yogyakarta menuju Tamansari dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit, dengan kendaraan pribadi sekitar 5 menit. Terdapat juga becak yang bisa mengantarkan ke Tamansari. Bagi wisatawan yang membawa mobil akan lebih nyaman masuk melalui gerbang timur karena terdapat parkir yang cukup luas.

Open    : Senin – Minggu    08.00-14.00
Tarif tiket masuk: wisatawan domestik Rp 3.000,-  dan  wisatawan asing Rp 7.000,-(update Januari 2015) | guide lokal: biasanya minta seikhlasnya (10rb -30rb).

Galery Foto Tamansari :

Dimulai dari denah Kompleks Tamansari via google earth

Gedhong Gapuro Panggung ini sekarang digunakan sebagai pintu masuk bagi para wisatawan. Bangunan ini berupa gapura dengan dua tingkat yang juga dihiasi dengan relief ular yang menggambarkan tahun saat dibangunnya Taman Sari Jogja yaitu tahun 1758.
photo source : kaskus.co.id

Gedhong Gapura Hageng merupakan pintu gerbang utama Taman Sari Jogja Yogyakarta yang ada di ujung sebelah barat. Ini karena pada awalnya Istana Air Taman Sari ini menghadap ke barat.
 photo source : www.flickr.com/photos/zakirhassan/12013996274

Umbul Pasiraman adalah sebuah taman pemandian bagi raja beserta keluarganya. Umbul Pasiraman terdiri dari 3 buah kolam pemandian yang diberi nama “Umbul Muncar”, “Blumbang Kuras”, dan “Umbul Binangun”.
photo source : kaskus.co.id 

photo source : kaskus.co.id
 photo source : anekatempatwisata.com
 photo source : oasisofindonesian.blogspot.com

Gedhong Sekawan berada di sebelah timur Umbul Pasiraman, berupa sebuah halaman dengan empat buah bangunan yang dahulunya digunakan untuk beristirahat sang raja.
 photo source : panoramio.com
 
photo source : urugjogja.com

Pintu lorong menuju Pulo Kenogo, Pulo Cemethi dan Sumur Gemuling.
 photo source : panoramio.com
 
  photo source : agriefishery photography 

Pulo kenongo merupakan sebuah pulau buatan yang dilengkapi dengan bangunan berupa gedung yang memiliki 2 tingkat yang sering disebut sebagai “Gedung Kenongo”. Gedung ini memiliki beberapa ruangan, dan dari ruangan yang paling atas kita bisa melihat seluruh wilayah Keraton Yogyakarta. Sehingga bangunan menara ini juga bisa berfungsi sebagai menara pengawas.
 photo source : panoramio.com

Di sebelah barat Pulo Kenongo terdapat bangunan berbentuk lingkaran seperti cincin yang disebut "Sumur Gumuling". Sumur Gumuling pada masanya juga difungsikankan sebagai Masjid.
photo source : wego.co.id

photo source :  www.flickr.com/photos/memorabiliaz/5486306756

Keraton Yogyakarta

KRATON YOGYAKARTA HADININGRAT

Kraton Yogyakarta adalah obyek utama di Kota Yogyakarta. Bangunan Bersejarah yang merupakan istana dan tempat tinggal dari Sultan Hamengku Buwana dan keluarganya ini berdiri sejak tahun 1756. Kraton Yogyakarta dengan segala adat istiadat dan budayanya menjadi ruh kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kraton Yogyakarta juga menjadi obyek wisata utama di Kota Yogyakarta baik dari sisi peninggalan bangunannya maupun adat istiadat yang ada di dalamnya.
 Di Kraton Yogyakarta di samping dapat dinikmati keindahan masa lalu melalui arsitektur bangunannya, dapat juga dinikmati kesenian tradisional yang disajikan setiap harinya di Bangsal Manganti. Saat ini Kraton Yogyakarta ditempati oleh keluarga Sultan Hamengku Buwana X yang menjadi raja sekaligus gubernur di Yogyakarta.

Lokasi : Selatan "Alun-Alun Utara" kota Yogyakarta.

Akses : cukup dekat dengan kawasan malioboro dan titik nol Yogyakarta sehingga bisa jalan kaki, naik andong atau becak. Bagi wisatawan rombongan bis yang parkir di Ngabean kini sudah disediakan Shuttle Bus Si Thole untuk mengantar wisatawan menuju Keraton Yogyakarta.

Tarif: tiket masuk WNI Rp 5000,- dan WNA Rp 15.000,- apabila membawa kamera + Rp 1.000,- (update Maret 2015)

Fasilitas: Selain dapat melihat kemegahan Keraton Yogyakarta anda juga dapat menikmati sajian pertunjukan harian, adapun jadwal pertunjukan harian di kraton yaitu;

  • Senin - Selasa: Musik gamelan (mulai jam 10.00 WIB)
  • Rabu: Wayang golek menak (mulai jam 10.00 WIB)
  • Kamis: Pertunjukan tari (mulai jam 10.00 WIB)
  • Jumat: Macapat (mulai jam 09.00 WIB)
  • Sabtu: Wayang kulit (mulai jam 09.30 WIB)
  • Minggu: Wayang orang & pertunjukan tari (mulai jam 09.30 WIB)
Buka    :    Senin – Minggu         08.30-14.00
                 Jum’at                       08.30-11.00

Kumpulan foto Keraton Yogyakarta :

 photo source : utiket.com

 photo source : wisatajogja.co.id

  photo source : danangsetiabudi.wordpress.com

   photo source : wego.co.id



Malioboro Yogyakarta

MALIOBORO

Malioboro merupakan ikon utama pariwisata Yogyakarta. Kata Malioboro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, sehingga harapannya kawasan Malioboro menjadi kembang yang pesonanya mampu menarik wisatawan. Tak hanya sarat kisah dan kenangan, Malioboro juga menjadi surga belanja di jantung Kota Jogja. Di Jalan mailioboro ini terdapat pusat perbelanjaan mulai dari mall, ruko, pedagang kaki lima yang hampir memenuhi setiap sisi jalan Malioboro, dan diujung selatan terdapat Pasar Beringharjo yang merupakan pasar terbesar di kota Yogyakarta.
Jalan Malioboro tidak pernah mati atau sepi, karena ketika malam hari mall,toko dan pedagang kaki lima sudah tutup, jalan Malioboro berubah menjadi sentra kuliner. Banyak warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantonim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.

Lokasi: Berada di pusat kota Yogyakarta, tepat sebelah utara titik nol kilometer Yogyakarta.

Akses: Sangat mudah karena hampir semua kendaraan umum di kota Yogyakarta biasa melintasi kawasan sekitar Malioboro.

Tarif: Tidak ada tarif masuk/Free. Hanya ada tarif pakir sepeda motor Rp 1.000,- untuk mobil mulai dari Rp 5.000,-

Fasilitas: Pusat belanja, Pusat Kuliner, Penginapan mulai dari hotel berbintang hingga kelas melati, Toilet umum. Jalan Malioboro terkadang dijadikan pusat pawai ketika ada acara misalnya pawai kebudayaan atau pawai even lainnya.

Kumpulan Foto Kawasan Jalan Malioboro:


photo source : http://www.flickr.com/photos/safarino/3847987999/

photo source : http://i129.photobucket.com/albums/p203/adamosa/ykmalioboro.jpg
 
photo source : anekatempatwisata.com

photo source : kaumhawa.com

 photo source :tribunnews.com

Selasa, 27 Mei 2014

Pantai Ndrini Gunung kidul

PANTAI DRINI / PULAU NDRINI


photo source : alamasedy
Pantai Drini merupakan salah satu pantai favorit saya di kawasan pantai Gunungkidul, pasirnya putih, pantainya bersih dan selain itu karena di pantai ini ketika surut kita dapat melihat ataupun menangkap ikan hias warna-warni yang berenang disela-sela karang. Disebut pantai Drini karena di bibir pantai ini terdapat sebuah pulau karang yang ditumbuhi oleh pohon Drini dan konon kayu dari pohon Drini tersebut berkhasiat untuk menangkal ular berbisa. Keunikan dari pantai Drini ini karena keberadaan pulau karang tersebut sehingga membuat pantai ini menjadi dua bagian dengan karakter pantai yang bertolak belakang, di bagian sisi timur terlihat  pantai yang sangat nyaman, tenang, landai, dan banyak dihuni biota laut, sedangkan di bagian barat pulau terlihat sangat garang, pantai yang curam dan ombaknya besar.

Lokasi : Pantai Drini terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari,Gunungkidul, Yogyakarta. Letaknya di sebelah timur pantai Sepanjang dan sebelah barat pantai Krakal.

Akses: Sama seperti pantai Baron, saya lebih menyarankan kendaraan pribadi ataupun sewaan,karena akses dari pantai ke pantai dikawsan wisata pantai Baron sampai pantai Indrayanti belum ada angkutan umumnya. Dari  arah kota Yogyakarta menuju TPR pantai Baron kemudian dilanjutkan ke arah timur melewati pantai Kukup, Sepanjang, dan Watu Kodok baru kemudian cari petunnjuk arah belok kanan ke Pantai Drini ini. Untuk menuju pantai ini terdapat dua petunjuk arah jalan masuk yaitu jalan masuk sebelah barat dan sebeleh timur.

Tarif: Tiket masuk pantai ini masih satu paket tiket dari Pantai Baron-Pantai Indrayanti yaitu Rp 10.000,-/orang. Tarif parkir kendaraan 3rb-10rb tergantung jenis kendaraan.

Fasilitas: Tempat parkir yang luas bis pariwisata besar bisa masuk, mushola, toilet, pasar ikan, tempat pelelangan ikan, rumah makan yang disertai gazebo-gazebo di tepi pantai.

Berikut kumpulan foto Pantai Drini :
Pantai Drini sisi sebelah timur, ombaknya jauh sehingga lebih tenang dan aman jika ingin bermain air, terutama buat anak-anak.
photo source : 1hal.com/wp-content/uploads/2014/09/drini2.jpg

Pantai Drini sisi Barat
photo source : jogjapetualang.com

photo source : yogyes.com

Eksotisme karang sebelah sisi timur Pantai Drini
photo source : backpackmojo.com

photo source : haryowidodo.com







Minggu, 18 Mei 2014

Mie Ayam Bu Tumini Giwangan Yogyakarta

 Mie Ayam Tumini

Mie ayam "Bu Tumini" merupakan salah satu warung mie ayam paling terkenal di Jogja. Banyak yang menyebut mie ayam ini merupakan mie ayam paling enak di Jogja (termasuk saya,hhe..). Mie ayam Tumini merupakan mie ayam jawa "ndeso" yang memiliki cita rasa cenderung manis, berbeda dengan mie ayam Jakarta yang cenderung asin. Perbedaan dengan mie ayam lainnya yang biasanya kuahnya bening, tapi mie ayam Bu Tumini ini memiliki kuah dengan tekstur yang kental memiliki perpaduan cita rasa manis, gurih, dan sedikit terasa bumbu rempah, agak mirip dengan kuah semur.

Untuk mienya sendiri memiliki tekstur yang bulat dan tebal, lebih tebal dari mie ayam biasa maupun mie ayam jakarta yang cenderung tipis. Walaupun ukuran mienya tebal namun tidak mengurangi rasa, justru malah mengimbangi rasa kuah bumbu semur ayam yang dominan dan membuat kuahnya agak kental, dan apabila ditambah sedikit saos dan sambal sungguh menjadi perpaduan rasa yang sempurna.
 Warung mie ayam Bu Tumini hanya menyediakan mie ayam saja, jadi tidak ada menu bakso atau mie ayam bakso seperti warung mie ayam kebanyakan. Untuk pilihan menunya hanya ada mie ayam dengan porsi biasa, separo/setengah, dan porsi jumbo. Ada juga pilihan Tanpa ayam, extra ayam, dan mie ayam ceker. Berikut gambar daftar menu dan harganya : (update januari 2015)

Mie ayam Bu Tumini hampir tidak pernah sepi pembeli, karena warungnya tidak terlalu besar jadi hampir selalu penuh pengunjung kadang sampai ada yang antri. Suasana tempat makan pun menjadi kerang nyaman karena tempatnya kurang luas dan hampir selalu penuh pengunjung, sehingga kalau anda makan disini harus siap-siap keringat,hhe..
Mie ayam Bu Tumini berlokasi di Jalan Imogiri Timur no 187, tepatnya di sebelah utara Terminal Giwangan Yogyakarta. Kalau anda dari arah utara (arah kota), warung ini terletak di sebelah kiri jalan. Tak perlu khawatir kesasar karena warung ini memiliki spanduk yang cukup besar bertuliskan "Mie Ayam Bu Tumini" dan hampir selalu ramai dengan motor yang berjajar parkir di depan warung. Kalau depan warungnya sepi parkir sepeda motor mungkin mie ayamnya habis atau tutup.
>>RAPORT (menurut analisis sayaaaa)<<
Rasa :***** (bintang lima)
Harga:**      (bintang dua)
Tempat:*      (bintang satu)
 
Blogger Templates